Ada banyak cara membuat cerita fiksi, disini saya akan to the point membagi cara mudah membuat cerita fiksi beserta peralatan dan bahan yang diperlukan.
Peralatan modern :
Peralatan modern :
- Media ketik elektronik (HP, Laptop, komputer)
- Memory
- Software pengolah data (Ms.Word, Notepad, Quick Office Word, dll)
- Media tulis {buku, kertas, tembok, papan, dll}
- Pencil 2b {tebal} dan 2a {tipis}
- Setip/penghapus/karet pembersih
Membuat cerita fiktif itu sebenarnya gampang gampang susah. Cerita fiktif harus mengunakan tingkat hayalan yang tinggi, tata bahasa yang sederhana tapi mengena, dan yang paling penting adalah "NIAT". Tanpa niat semua cerita tidak akan menjadi baik. Bahkan mungkin penulisannya akan terhambat dan sia sia.
Tingkat Khayalan yang Tinggi
Tingkat Khayalan yang Tinggi
Khayalan yang tinggi biasa kita temui di masa kanak- kanak. Dimana anak anak dengan mudah dapat mengembangkan secuplik gerakan menjadi kayalan yang panjang dengan mempraktekkannya langsung untuk bermain. Mereka bisa menghayal terus menerus dan berkali - kali karena memiliki hayalan dan pernah mendapatkan kesenangannya tersendiri. Tapi terkadang orang tua mereka memaksa mereka berhenti bermain yang mengakibatkan terputusnya khayalan mereka.
Pemaksaan menghentikan permainan anak yang terus menerus akan berimbas pada cara berkhayalnya di masa depan. Anak yang terbiasa berhayal setengah setengah tidak bisa menyelesaikan khayalannya di masa remaja hingga tuanya. Dia akan merasa cepat bosan atau pun bingung di tengah khayalan ceritanya. Itulah salah satu faktor susahnya menggunakan khayalan yang tinggi dan dinamis.
Memulai Menulis Cerita
- Cerita Mimpi
Menulis mimpi indah dapat dilakukan ketika kita sedang menyesali mimpi itu disaat kita tersadar. Mimpi indah rata-rata hanya akan bertahan beberapa menit saat setengah sadar. Pada fase setengah sadar ini, segerakanlah mengingat-ingat sejenak mimpi yang baru saja terjadi. Setelah sejenak mengingat, ambil peralatan menulis dan mulailah tulis mimpi itu. Jika tidak melakukan mengingat sejenak, terkadang mimpi akan hilang secara tiba-tiba. Usahakan anda dapat menulis secepat ingatan anda mengulangi mimpi tersebut. Jika anda terbiasa mengulang kejadian pada mimpi, biasanya anda akan terbawa nafsu untuk menambahkan opini anda yang akan membuat cerita mimpi tidak berlangsung dramatis.
Menulis mimpi buruk dapat dilakukan saat kita benar benar sadar. Mimpi buruk memiliki sifat yang berbeda dengan mimpi indah. mimpi buruk relatif lebih sulit hilang dan memiliki imbas rasa yang panjang. Mimpi buruk dapat ditulis ketika pemimpi sudah benar-benar sadar dan merasa relax. jangan segerakan menulis mimpi buruk. Ketika pemimpi belum benar- benar relax, mimpi justru akan hilang pada saat akan ditulis. Satu faktor dari kesiapan penulis yang lelah, takut, sedih akan membuat kerja tubuh tidak maksimal. Faktor lainnya dari sifat mimpi buruk yang dipengaruhi oleh makhluk dimensi lain.
- Cerita Hayalan Anak
- tidak memainkan HP dan permainan elektronik
- berumur sekitar 2 - 10 tahun
- suka bermain di "lapangan"
- memakan makanan standar sehat
- tidak tertekan suasana
Cara menulis cerita Hayalan Anak yaitu dengan datang ke tempat anak-anak berkumpul untuk bermain sambil membawa alat tulis atau pun HP/Tab/laptop, kamera dll. Deskripsikan jalan cerita tersebut berdasarkan penglihatan penulis. Tulis saja apa adanya. Setelah mereka selesai bermain, segeralah kembangkan cerita tersebut di tempat yang nyaman. Untuk memantapkan hasil cerita, datanglah ke lapangan tempat anak-anak tersebut bermain lagi. Tanyakan kepada mereka tentang kesesuaian jalan cerita yang anda buat.
Sekian beberapa cara yang saya ketahui dalam membuat suatu cerita yang dramatis dan memliki klimaks yang sempurnya. Karya Allah adalah hal yang paling indah yang bisa kita tulis untuk kita bagi terhadap sesama kita.
Penulis: Bima May Hardika
Pengarang: Bima May Hardika
Sekian beberapa cara yang saya ketahui dalam membuat suatu cerita yang dramatis dan memliki klimaks yang sempurnya. Karya Allah adalah hal yang paling indah yang bisa kita tulis untuk kita bagi terhadap sesama kita.
Penulis: Bima May Hardika
Pengarang: Bima May Hardika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar